Sabtu, 29 Mei 2010

Tentang Perda Larangan Merokok

Perda tentang larangan merokok sudah dimiliki di berbagai daerah (kecuali yang belum). Angaran berjuta-juta digunakan untuk membangun tempat khusus merokok dibangun. tetapi yang jadi pertanyaan adalah sudahkah berlaku maksimal Perda dan tempat merokok tersebut. Jawabnya belum. Kita lihat saja di Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia. Silakan diamati (kalau anda pas ke Jakarta). Karena saya tinggal di Wonosari, yang saya amati ya di wonosari saja.
Ada bebarapa tempat yang dibangun tempat khusu merokok. tetapi bangunan itu seperti "sia-sia". Padahal membangun tempat tersebut juga tidak sedikit biayanya. Tapi hanya seperti hiasan untuk "meng-amini" Perda yang dibuat. Perokok juga masih leluasa merokok (kecuali di ruangan ber-AC). Saya pernah mencoba bertanya ke salah satu perokok mengapa tidak masuk di ruangan khusus perokok? Jawabnya karena seperti didalam kurungan dan tidak bisa menikmati rokok(sma seperti yang saya rasakan). Diangkutan umum-pun merokok sepertinya biasa tanpa memperdulikan orang lain (ini yang tidak pernah saya lakukakan sebagai perokok). Jadi pertanyaan saya adalah efektifkah Perda larangan Roko di tempat Umum ? Yang saya tahu merokok adalah sifatnya "kecanduan". Jadi orang yang biasa tidak merokok terus tiba-tiba disuruh berhenti merokok ya pasti kalang kabut seperti kebakaran jenggotnya (buat perokok berat). Kalau dilihat isi Perda memang bagus dan saya sebagai perokok pun setuju. Dan untuk berhenti merokok-pun bukan hal yang mudah. Apalagi yang sudah tergolong kelas berat. Cuma kalau merokok ya perhatiakan tempat dan situasinya. Saya sebagai perokok tidak pernah merokok di dalam angkutan umum (kecuali penumpangnya sedikit, merokoknya di dekat jendela dan sebisa mungkin jauh dari orang yang tidak merokok) apalagi pakai AC.  Memang tidak mengikuti aturan Perda, tapi setidaknya tidak mengganggu kenyamanan orang lain dalam angkutan umum. Inipun masih sering dikritik sama istri saya. Wkwkwkw.   

Tidak ada komentar:

Mohon Komentarnya Ya