Sabtu, 29 Mei 2010

Rencana Pemerintah Soal Pencabutan Subsisdi BBM

Pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sepeda motor menuai kritik dari berbagai kalangan. Mulai tukang ojek sampai anggota DPR di Senayan. Ya pasti lah. Karena sepeda motor saat ini di Indonesia adalah (boleh dibilang) angkutan transportasi yang paling efektif dan murah. Apalagi untuk menembus runyamnya kemacetan ibukota. Jumlah sepeda motor tiap tahun di Indonesia memang semakin meningkat. Dan tentu saja efeknya adalah peningkatan emisi gas buang dan tambah runyamnya jalan karena macet.
Padahal setiap tahun banyak jalan yang ditambah lebarnya. Tapi apa iya jalan akan bertambah terus lebarnya??? Jadi perlu dicarikan solusi untuk menekan angka emisi gas buang. Antara lain salah satu wacana yang sekarang lagi hangat adalah pencabutan subsidi BBM bagi sepeda motor, yang menurut pemerintah akan berlaku mulai Agustus mendatang. Setelah ini berlaku, maka sepeda motor tidak boleh lagi menggunakan BBM jenis Premium tapi harus wajib memakai minimal Pertamax yang harganya selisih Rp.3000-an dengan Premium. Adanya pencabutan itu, tentunya akan mempunyai multiple effect. Lha jelas to. Wong semua kendaraan bermotor  memakai BBM (terutama Premium dan Solar). Memang sih untuk angkutan umum masih tetap memakai BBM yang disubsidi. Tetapi bukan angkutan barang. Angkutan barang tetap kena pencabutan subsidi, jadi hampir dipastikan harga barang-barang bakal naik (padahal gajiku gak ikut naik tuh....). Kenaikan ini pasti memicu adanya peningkatan inflasi (huh.....seperti ekonom aja sih). Terus yang jadi masalah adalah efektifkah pencabutan subsidi BBM ini ??? Lalu apa tujuaan akhir yang ingin dicapai pemerintah ?. Tidak adakah cara lainnya ? Yang mungkin lebih efektif. Setiap kebijakan memang ada dampak positif dan negatifnya. Dan itu adalah wajar. Tentu saja yang dipilih adalah yang menimbulkan dampak negatif paling sedikit. Dampak yang mungkin timbul dengan adanya pencabutan subsudi BBM adalah (yang diharapkan):
1. Emisi gas buang carbon berkurang
2. Penghematan anggaran negara

Sebenarnya kalau kita membaca dengan seksama buku panduan, kendaraan bermotor baru harus menggunakan BBM yang mempunyai nilai oktan tinggi. Karena perbandingan kompresi yang dibuat pabrik juga tinggi. Jadi kalau kendaraan bermotor baru (apalagi mobil mewah) kok masih memakai Premium ya salah kaparah . Selama ini yang menikmati subsidi BBM paling banyak sebenarnya adalah kalangan yang berada. Kalau kalangan bawah ya menikmati cuma tidak seberapa. Jadi mari kita tunggu hasil akhir dari para pakar dan pemegang kebijakan soal subsidi BBM ini.


Sumber: dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Mohon Komentarnya Ya