readbud - get paid to read and rate articles

Sabtu, 08 Mei 2010

Alun-Alun Wonosari Sekarang

Kalau akhir-akhir ini jika kita melintas di depan Kantor Pemda Gunungkidul, ada yang lain di depannya. Yaitu Alun-Alun Wonosari, pusat Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul, ini. Sekelilingnya banyak sekali tumpukan material. Untuk apa gerangan ?? Menurut perkiraan saya (mudah-mudahan benar), tumpukan material itu untuk membangun semacam "track jogging" yang mengelililingi alun-alun. Walau mungkin saat ini belum selesai, tapi suatu hal yang bagus. Yang (mungkin) bisa "menghidupkan" Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul ini.
  Alun-Alun Wonosari Diambil dari sebelah Utara

Diantara daerah-daerah yang pernah saya kunjungi (hanya beberapa saja), alun-alun di Ibukota Kabupaten Gunungkidul ini terasa "ketinggalan". Kalau siang sepi, panas dan gersang. Sore juga. Apalagi malam hari. Gelap gulita seperti di hutan. Hanya jalan sekitar alun-alun saja yang terang oleh lampu jalan. Itupun ada beberapa lampu yang mati dan tidak segera diperbaiki. Padahal letaknya di pusat Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul. Sebelah utara ada bangunan Kantor Pemda Gunungkidul, sebelah selatan Kantor DPRD Gunungkidul, sebelah barat Masjid Agung Al Ikhlas, terus sebelah timurnya ada Rumah Dinas Bupati Gunungkidul. Tetapi, dari saya kecil sampai sekarang sepertinya Alun-alun Wonosari seperti itu saja. Tidak ada yang spektakuler (tentunya menurut ukuran orang kampung seperti saya). Jangankan dihiasi temaram cahaya, lampu jalan yang berfungsi untuk penerangan jalan sekitarnya aja banyak yang tidak terurus alias mati sia-sia. Setiap sore digunakan untuk sepak bola dan kadang juga ada yang menggabala kambing. Sehingga rumput yang sudah tidak terawat semakin rusak. Padahal seingat saya, dulu pernah ada tanda larangan dengan tulisan besar (di alun-alun sebelah selatan/depan kantor POS) yang melarang untuk bermain sepak bola dan menggembala ternak. Tapi entah kenapa tanda larangan itu sudah tidak tampak lagi. Atau aturannya mungkin sudah berubah ??? Sebenarnya kalau dirawat dan di jaga dengan baik, saya yakin alun-alun Wonosari bisa seperti kota-kota lain.Yang selalu ramai dikunjungi oleh warganya untuk sekedar melepas lelah atau bermain dengan keluarga pada sore hari. Selain sebagai tempat bermain buat keluarga (yang berpenghasilan pas-pasan seperti saya), juga diharapkan bisa membuka peluang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sore hari (dalam artian positif). Jadi Gunungkidul bisa lebih maju. 


3 komentar:

  1. mesti disulap sim salabim..
    biar GK makin maju

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas komentarnya. Harapan saya bupati yang akan datang bisa "menghidupkan" suasana alun2 wonosari. Biartambah rindang di siang hari danterang benderang di malam hari. jadi bisa untuk usaha (membuka peluang usaha) plus hiburn murah meriah bbagi warganya

    BalasHapus
  3. hari minggu kemarin dah tak pake buat lari pagi.hee..perindah taman alun2 gunungkidul.

    BalasHapus